sumber : BBC.com
Ditengah ramainya
diperbincangkan masalah global virus corona membuat banyak negara memberlakukan
berbagai kebijakan, salah satunya lockdown, kebijakan yang sudah diterapkan di
beberapa negara sejak mewabahnya virus corona hingga saat ini, keputusan
lockdown yang sudah diberlakukan di beberapa negara ini dibuat juga guna
mencegah terjadinya penyebaran virus corona yang lebih luas.
Namun sebenarnya apakah itu lockdown dan bagaimana hal
tersebut bisa diterapkan pada suatu wilayah? Dikutip dari kompas.com,
berdasarkan Cambridge, lockdown adalah sebuah kondisi penguncian diri yang
dimana tidak membolehkan seseorang masuk maupun meninggalkan sebuah bangunan
atau wilayah tertentu dengan bebas. Kebijakan ini biasanya dapat diterapkan
apabila keadaan suatu negara itu sudah terjadi sangat darurat.
Virus corona yang menyebar dengan cepat membuat
pemerintah diberbagai negara harus mengeluarkan keputusan lockdown ini. Langkah
ini awalnya diambil oleh pemerintah kota Wuhan, Tiongkok, yang merupakan tempat
awal berasalnya penyebaran virus ini. Seiring dengan bertambahnya kasus virus
corona, maka bertambah juga negara yang menerapkan kebijakan lockdown
diantaranya negara Filiphina, Irlandia, Prancis, Denmark, dan Italia.
Kebijakan lockdown ini tidak hanya berlaku pada tingkat
negara, melainkan juga bisa hanya berlaku pada suatu wilayah tertentu, seperti
kota. Seperti halnya Sumbar, yang akhir-akhir ini tercatatat 117 orang termasuk
kedalam ODP (Orang Dalam Pengawasan) virus corona dan kemungkinan akan terus
bertambah. Dengan semakin bertambahnya ODP yang tercatat suspect virus corona,
membuat lembaga-lembaga pendidikan, maupun instansi dan kampus-kampus menerapkan sistem pembelajaran
online/daring.
Adapun juga kebijakan lockdown ini termasuk dengan tidak
beroperasinya berbagai transportasi umum diwilayah itu, langkah ini diambil
untuk membatasi jarak setiap orang social distancing. akan tetapi belum nampak
sepertinya wilayah sumbar meberlakukan kebijakan lockdown dengan menghentikan
aktivitas transportasi umum. Menurut kalian perlukah sumbar melakukan lockdown
dengan kebijakan yang lebih banyak lagi untuk mengatasi penyebarluasan masuknya
virus corona ini? (Febry Dwi Arinda)
